Negara Lesotho adalah sebuah negara kecil yang terletak di kawasan Afrika Selatan. Negara ini terkenal karena memiliki geografi unik sebagai satu-satunya negara yang sepenuhnya terletak di ketinggian pegunungan dan juga karena statusnya sebagai negara terkurung daratan yang dikelilingi sepenuhnya oleh negara Afrika Selatan. Meskipun kecil dalam ukuran dan populasi, Lesotho memiliki sejarah yang kaya, budaya yang menarik, dan peran penting dalam kawasan Afrika.
1. Negara Lesotho Geografi dan Iklim Lesotho
Lesotho terletak di selatan Afrika, berbatasan langsung dengan negara Afrika Selatan di semua sisi. Dengan luas sekitar 30.355 kmĀ², Lesotho adalah negara yang sangat kecil jika dibandingkan dengan banyak negara di dunia. Negara ini memiliki topografi yang sangat berbukit, dengan sebagian besar wilayahnya berada di atas ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai negara yang sepenuhnya terletak di pegunungan.
Sebagian besar wilayah Lesotho adalah pegunungan yang menjadi bagian dari Pegunungan Drakensberg, yang terkenal dengan pemandangannya yang indah. Sungai Orange, yang mengalir di sepanjang bagian selatan negara ini, juga memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Lesotho.
Iklim Lesotho beragam, tergantung pada ketinggiannya. Secara umum, negara ini memiliki iklim beriklim subtropis yang bisa sangat dingin di musim dingin, terutama di dataran tinggi. Musim dingin bisa sangat keras, dengan salju yang sering turun di wilayah pegunungan, sementara musim panas biasanya lebih hangat dan kering.
2. Negara Lesotho Sejarah Lesotho
Lesotho memiliki sejarah yang panjang dan unik. Sebagai negara yang terkurung daratan, Lesotho berakar dalam sejarah sebagai wilayah yang dipimpin oleh para raja Basotho, sebuah kelompok etnis yang berasal dari bangsa Bantu.
- Pendirian Kerajaan Basotho: Lesotho, yang dulunya dikenal sebagai Basutoland, memiliki asal-usul yang terkait erat dengan King Moshoeshoe I, pendiri kerajaan Basotho pada abad ke-19. Moshoeshoe berhasil menyatukan berbagai suku di wilayah tersebut untuk membentuk sebuah negara yang lebih kuat, terutama selama masa penjajahan dan pertempuran dengan suku-suku tetangga serta bangsa Eropa yang datang ke wilayah tersebut.
- Periode Penjajahan dan Protektorat Inggris: Pada abad ke-19, saat Inggris mulai mengembangkan kekuasaannya di wilayah Afrika, Basutoland menjadi protektorat Inggris pada tahun 1868 untuk melindungi kerajaan Basotho dari invasi Boers (orang Belanda yang menetap di Afrika Selatan). Inggris mempertahankan kontrolnya atas negara ini meskipun ada ketegangan dengan Afrika Selatan yang lebih besar, dan Lesotho tetap menjadi protektorat hingga kemerdekaan pada tahun 1966.
- Kemerdekaan dan Negara Modern: Pada 4 Oktober 1966, Basutoland secara resmi meraih kemerdekaan dan berganti nama menjadi Lesotho. Sejak saat itu, Lesotho telah mengalami beberapa pergolakan politik, termasuk kudeta militer dan ketegangan politik yang berlarut-larut. Meski demikian, negara ini terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dan stabilitas politiknya.
3. Negara Lesotho Politik dan Pemerintahan Lesotho
Lesotho adalah monarki konstitusional dengan sistem pemerintahan parlementer. Kepala negara adalah Raja Lesotho, yang saat ini adalah Raja Letsie III (menjabat sejak 1996). Meskipun raja memiliki peran simbolis dan seremonial, kekuasaan politik di Lesotho sebagian besar dipegang oleh Perdana Menteri dan Parlemen.
Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan yang dipilih melalui pemilihan umum dan bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah sehari-hari. Parlemen Lesotho terdiri dari dua kamar: Dewan Perwakilan dan Senat, yang berfungsi sebagai badan legislatif negara.
Lesotho memiliki partai politik multipihak, dan pemilihan umum dilakukan setiap lima tahun untuk memilih anggota Dewan Perwakilan. Meskipun Lesotho secara teknis adalah negara yang demokratis, politik negara ini sering dipengaruhi oleh instabilitas dan ketegangan antar partai politik serta tentara.
4. Ekonomi Lesotho
Ekonomi Lesotho sangat bergantung pada beberapa sektor utama, termasuk pertanian, tekstil, dan tambang.
- Pertanian: Pertanian merupakan bagian penting dari ekonomi Lesotho, meskipun hanya berkontribusi sekitar 10% terhadap PDB negara ini. Petani Lesotho sebagian besar mengandalkan tanaman jagung, gandum, dan kacang-kacangan, sementara ternak seperti domba dan kambing juga penting untuk kehidupan masyarakat pedesaan. Namun, karena sebagian besar wilayah Lesotho berada di dataran tinggi, tanahnya terbatas untuk pertanian.
- Industri Tekstil: Lesotho memiliki industri tekstil yang cukup berkembang, yang sebagian besar terfokus pada produksi pakaian. Banyak perusahaan tekstil di negara ini yang berfokus pada ekspor pakaian ke pasar AS dan Eropa, dan sektor ini memberi kontribusi signifikan terhadap lapangan pekerjaan dan pendapatan negara.
- Tambang: Lesotho memiliki cadangan berlian yang cukup besar dan sektor pertambangan memainkan peran penting dalam perekonomian negara ini. Negara ini dikenal sebagai produsen berlian, dengan beberapa tambang besar yang menghasilkan berlian berkualitas tinggi yang diekspor ke pasar internasional.
5. Budaya dan Masyarakat Lesotho
Lesotho memiliki budaya yang kaya, yang sangat dipengaruhi oleh kehidupan tradisional Basotho. Suku Basotho adalah kelompok etnis mayoritas di negara ini, dan bahasa utama yang digunakan adalah Sesotho, meskipun bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa resmi.
- Musik dan Tarian: Musik tradisional Lesotho sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Tarian dan nyanyian sering kali digunakan dalam upacara dan perayaan penting.
- Agama: Mayoritas penduduk Lesotho beragama Kristen, dengan banyak gereja Protestan dan Katolik di seluruh negara. Meskipun agama Kristen dominan, beberapa praktik tradisional dan kepercayaan lokal masih ada di kalangan sebagian kecil masyarakat.
6. Tantangan yang Dihadapi Lesotho
Lesotho menghadapi sejumlah tantangan besar dalam perjalanan menuju pembangunan yang berkelanjutan, antara lain:
- Kemiskinan dan Pengangguran: Banyak penduduk Lesotho hidup di bawah garis kemiskinan, dengan tingkat pengangguran yang tinggi, terutama di kalangan pemuda. Lesotho juga menghadapi kesulitan dalam menyediakan pekerjaan yang cukup untuk populasi yang terus berkembang.
- HIV/AIDS: Lesotho memiliki salah satu tingkat prevalensi HIV/AIDS tertinggi di dunia. Pandemi ini telah berdampak besar pada populasi, dengan banyak keluarga kehilangan pencari nafkah utama.